Ghanta Yoga

Menjadikan Hidup Lebih Profesional Sesuai Fungsi (Swadharma)

SEMBAHYANG DI PURA PEGONJONGAN

Kegiatan rutin TirtaYatra yang dilakukan Yayasan Pengajaran, kali ini dilaksanakan pada hari MINGGU, 16 MEI 2010.

Pura yang dituju adalah PURA PEGONJONGAN yang terletak di kawasan Bali timur tepatnya di desa SAMBIRENTENG, Kc Tejakula, Buleleng Timur. Pura ini merupakan pura segara dan termasuk salah satu pura tertua di Bali. Secara niskala Pura Pegonjongan memiliki hubungan dengan Pura Dalem Balingkang dan Pura Ulun Danu Batur, dimana Ida Betari Batur melakukan patirtan jika melaksanakan perjalanan ke desa tersebut.

Perjalanan selama 3 jam adalah perjalanan yang penuh suka cita. Dengan menggunakan 2 bus berkapasitas 34 seats yang terisi penuh, Sisia Ghanta Yoga atas Asung Kerta Wara Nugraha Ida Shang Hyang Widhi Wasa melaksanakan persembahyangan dan pengelukatan di pura sakral yang mengheningkan ini.

Sungguh sebuah kehangatan begitu menginjakkan kaki di Pura Pengonjongan. Walaupun cuaca mendung, sambutan yang penuh kekeluargaan oleh tetua Desa Sambirenteng dan Pemangku Pura menambah semangat Sisia Ghanta Yoga untuk segera merasakan ketenangan batin yang melingkupi areal pura.

Pura yang letaknya dipinggir laut, semakin membuat ketenangan bathin merasuk ke setiap sisia yang hadir saat itu, walaupun merasa cukup lelah setelah perjalanan 3 jam ditempuh, para sisia melepaskan kepenatan dengan mengambil beberapa foto bersama di tepi laut. Istirahat dilakukan di bale panjang yang ada diareal pura dan disuguhi makanan ringan kas desa tersebut oleh semeton disana. Mendung yang memang sudah tebal di angkasa berubah menjadi rintik hujan, setelah dikonfirmasikan, hujan sudah mengguyur desa tersebut dari hari rabu bertepatan dengan hari raya Galungan. Kemudian acara istirahat dilanjutkan dengan santap siang yang juga disediakan oleh semeton disana, berbagai menu masakan dihidangkan, terkesan seperti wisata kuliner karena saking bervariasinya masakan yang disediakan.

Setelah santap siang, acara dilanjutkan dengan sembahyang bersama di pura, gerimis masih tetap menemani para sisia dan mangku pura mulai mendengarkan puja mantra kehadapan Ida Betara yang berstana, dilanjutkan dengan panca sembah dan nunas tirta wangsuhpada Ida Betara, setalah itu acara persembahyangan dilanjutkan dengan nunas tirta pembersihan di Pura Patirtan yang ada di sebelah pura utama. Penglukatan dilaksanakan dilanjutkan dengan meditasi dan latihan bersama serta dilakukan pula prosesi inisiasi kenaikan tingkat sisia Ghanta Yoga ke tingkat 2, inisiasi diberikan pada 6 orang sisia yang sudah siap lahir bathin dan juga sudah dinyatakan boleh serta diberikan restu dari Pembina. Kegiatan dilanjutkan dengan sembahyang bersama kembali dan nunas tirta wangsuhpada Ida Betara. Kegiatan di Pura Pegonjongan ditutup dengan santap bersama kembali, sungguh luar biasa penghargaan yang diberikan oleh masyarakat disana, walaupun diguyur hujan meraka tetap menyajikan serta menyiapkan hidangan baik berupa makanan beserta lauk pauknya maupun minuman berupa teh maupun kopi serta tak lupa jajanan ubi rebus yang dilumuri dengan gula aren, serta ada buah ental hasil dari desa tersebut melengkapi semua hidangan.

Setelah pamitan para sisia Ghanta Yoga, bergegas menuju bis dan berangkat pulang ke yayasan, walau terasa kedinginan tapi semua mendapatkan pencerahan batin.

Leave a Reply